Bagaimana
cara mendapatkan cinta sekaligus ridha suami sesuai dengan arahan agama
adalah dengan melaksanakan hal-hal berikut ini:
1. Serahkan segala kendali urusanmu kepadanya walaupun yang berkaitan
dengan hartanya sendiri, sebagaimana hal itu dijabarkan oleh Sayyidatuna
Khadijah RA, istri pertama Nabi SAW, ketika pertama kali berjumpa
dengan Nabi SAW setelah dinikahinya, “Wahai Muhammad, kini engkau telah
menjadi suamiku, maka mulai sekarang semua hartaku adalah hartamu,
rumahku ini adalah rumahmu, dan aku adalah budak perempuanmu.”
2.
Jadilah
untuknya bagaikan rakyat jelata kepada rajanya dan bagaikan bawahan
kepada atasannya, karena begitulah gambaran Nabi SAW terhadap seorang
istri yang shalihah.3.
Sopan dan penuh perhatianlah Anda ketika berbincang-bincang dan
berdiskusi. Jauhkan diri dari perdebatan dan sikap keras kepala dalam
mengemukakan pendapat Anda kepadanya.
4.
Jadilah untuknya bak sekuntum bunga mawar. Maka di saat suami Anda
masuk ke dalam rumah, buatlah ia merasakan kecantikan dan keharuman
mawar tersebut, dan kecantikan serta keharumannya tidak lain hanyalah
untuknya seorang.
5. Usahakan bagaimana caranya agar suami Anda bisa
merasa damai dan nyaman di samping Anda, baik dengan perbuatan maupun
dengan kata-kata. Hal itulah yang secara terus-menerus harus Anda
usahakan untuk suami Anda.
6.
Ketika suami meminta Anda melakukan sesuatu untuknya, pastikan Anda
melakukannya dengan sigap dan sepenuh hati, jangan sampai Anda merasa
enggan dan lamban, apalagi membantah permintaannya.
7.
Akuilah kelebihan kedudukan seorang suami atas istrinya, sebagaimana
hal itu disebutkan dalam fiman Allah SWT dalam Al-Qur’an, dan janganlah
sekali-kali menganggap hal ini merupakan sebuah penindasan.
8. Lembutkan suara Anda ketika berbicara dengannya dan pastikan suara Anda tidak meninggi saat ia bersama Anda.
9. Bersikaplah diam ketika suami Anda sedang marah, dan jangan tidur kecuali ia mengizinkannya.
10. Berdirilah dekat suami Anda ketika ia sedang memakai baju dan sepatunya.
Buatlah
suami Anda merasa bahwa Anda menginginkan sang suami untuk mengenakan
baju yang Anda pilih untuknya. Pilihlah dan siapkan pakaian itu oleh
Anda sendiri sebelum ia memintanya. Rawatlah penampilan dan pakaian
suami Anda, sekalipun bila kelihatannya suami Anda malas untuk merawat
dan memakainya. Yakinkan bahwa ia akan menyukainya sebagaimana
teman-temannya juga akan menyukainya.
11.
Anda harus sensitif dan tanggap dalam memahami kebutuhan suami Anda.
Bila memungkinkan, sebelum ia meminta Anda melakukan apa yang
diinginkannya, Anda sudah melakukan untuknya.
12.
Ketika ada perselisihan pendapat dengannya atau sesuatu yang
menyebabkannya marah, hendaknya Anda tidak menunggu agar sang suami
meminta maaf kepada Anda, akan tetapi Anda lebih dahulu yang meminta
maaf kepadanya dan meminta ridhanya kembali.
13.
Di malam hari, jadilah seperti pengantin baru buat suami Anda.
Janganlah Anda beranjak tidur lebih dulu dari sang suami, kecuali kalau
dirasa sangat perlu, dan hendaknya Anda tidak selalu mengandalkan suami
Anda untuk meminta melakukan hubungan badan, sekali-kali Anda dapat
memulainya terlebih dulu, tentu pada saat yang tepat, karena hal itu
akan meningkatkan gairahnya.
14.
Jangan pernah membebani suami dengan permintaan Anda. Biarkan suami
yang memberikannya untuk Anda tanpa meminta darinya. Kalau terpaksa
meminta, jangan meminta sesuatu yang berlebihan dan di luar kemampuan
suami Anda.
15.
Hormati kedua orangtuanya sebagaimana suami Anda menghormati keduanya,
begitu pula keluarganya. Jangan sekali-kali terlibat masalah dengan
salah satu dari mereka, karena hal itu akan menyulitkannya.
16.
Ketika suami Anda baru pulang dari perjalanan yang lama ataupun
bepergian dari tempat yang jauh, sambutlah ia dengan wajah yang ceria
dan tunjukkanlah bahwa Anda sangat merindukan kedatangannya.
17. Ingatlah selalu bahwa keberadaan sang suami adalah salah satu sarana mendekatkan diri Anda kepada Allah SWT.
18.
Pastikan Anda untuk selalu memperbaharui dan mengubah bentuk penampilan
Anda, sebagai tanda dan ungkapan kasih Anda menyambut suami tercinta.
19.
Jagalah mata suami dari pandangan yang tidak elok pada diri Anda, dan
jagalah penciuman suami Anda menangkap aroma yang tidak sedap pada diri
Anda, serta jagalah telinga suami Anda dari suara marah dan bantahan
Anda kepadanya.
20.
Jangan biasakan Anda mengadu atau curhat kepadanya, apalagi tentang
keluarga dan kelakuannya, sebaliknya jadilah teman curhat yang baik
baginya dan pendengar yang baik akan keluhan dari masalah yang
dihadapinya, sebagaimana hal itu dilakukan oleh Sayyidatuna Khadijah RA
kepada Nabi SAW.
21.
Banyaklah bersyukur dan tampakkan kepada dirinya bahwa Anda orang yang
sangat beruntung telah mendapatkannya, terutama terhadap pemberiannya,
jangan pernah mengecilkan/meremehkannya, apalagi menganggap jelek atau
merasa tidak berselera mendapatkannya. Hal itu akan sangat menyakitinya.
Tampakkan bahwa Anda sangat senang dengan pemberiannya itu dan Anda
sudah mengangankannya semenjak lama.
22.
Temuilah suami Anda dengan senang, gembira, serta dengan wajah yang
berseri ketika suami baru tiba dari luar rumah, ketika akan keluar
rumah, ketika akan makan, dan ketika akan tidur, karena adanya masalah
yang timbul pada waktu-waktu tersebut akan sangat mengganggunya serta
mengacaukan pikirannya.
23.
Jangan pernah sekalipun Anda membandingkan suami Anda dengan orang
lain, akan tetapi anggaplah suami Anda adalah yang terbaik dari para
suami terbaik, dan lakukan semua hal di atas dengan sepenuh hati, dengan
satu harapan, yaitu demi menggapai ridha Allah SWT.
Itulah yang
seharusnya dilakukan oleh seorang istri yang shalihah. Harus diingat,
pernikahan adalah ibadah. Godaan setan dan bisikan hawa nafsu selalu
berusaha mencegah kita untuk beribadah bahkan selalu berharap kita akan
menemani mereka dalam neraka. Wal ‘iyyadzubillah. Jangan biarkan itu.
Semoga
para muslimah, terutama Saudari Rini dan segenap pembaca alKisah,
selalu diberi hidayah oleh Allah untuk mudah melaksanakannya. Amin ya
rabbal ‘alamin….
Sumber : http://alhabibsegafbaharun.com/